Ikhlas

Dalam kehidupannya manusia mendapatkan hal yang menyenangkan dan hal yang tidak menyenangkan, hal yang diinginkan dan hal tidak diinginkan. Bagi yang mendapatkan hal yang menyenangkan dan hal diinginkan, semua orang dapat menerimanya dengan baik. Demikian yang berlaku secara umum di sekitar kita. Pada waktu ini, sebagian orang ada yang menerimanya dengan biasa, sebagian orang selalu ingat untuk bersyukur pada Tuhan.

Persoalan seringkali muncul ketika seseorang mendapatkan hal yang tidak menyenangkan atau hal yang tidak diinginkan. Misalnya kurang sukses dalam hidup, banyak hambatan, kehilangan harta benda, rugi dalam bisnis,  menderita penyakit dan lain-lain.  Banyak yang berhadapan dengan kondisi ini memilih untuk kecewa, mengeluh, marah, protes dan lain-lain yang bila terus menerus terjadi dapat berujung pada stres dan depresi.

Tidak dapat dihindarkan dalam kehidupan, seseorang berhadapan dengan hal-hal yang berbeda dengan harapan. Seseorang akan mampu menghadapi kondisi seperti itu dengan memiliki kemampuan untuk menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kemampuan ini dikenal sebagai ikhlas.

Ikhlas bukan hanya menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa pada hal-hal yang tidak menyenangkan atau tidak diinginkan, ikhlas juga dibutuhkan pada saat berhadapan dengan yang menyenangkan atau hal yang diinginkan. Dengan kemampuan untuk ikhlas pada hal-hal yang menyenangkan atau hal yang diinginkan, akan memperbesar kemampuan ikhlas menerima hal yang tidak menyenangkan atau tidak diinginkan.

Malahan seseorang memunculkan keikhlasan dalam dirinya setelah melakukan segala upaya terhadap harapannya sebelum menerima hasilnya. Ikhlas apapun hasilnya yang akan terjadi. Hal ini melatih kemampuan ikhlas untuk menerima hasil apakah nantinya sesuatu yang menyenangkan atau tidak, sesuai keinginan atau tidak.

Kemampuan untuk ikhlas yang semakin baik dan tinggi justru membawa seseorang pada kehidupan yang lebih mudah, menyenangkan dan sesuai dengan keinginan. Terkait dengan kesehatan, Anda harus ikhlas untuk melakukan hal-hal yang menjaga dan meningkatkan kesehatan Anda. Ikhlas dalam menjalankan kebiasaan yang lebih menyehatkan sehingga kebiasaan Anda ditambah dengan keikhlasan membawa Anda pada kesehatan yang baik.

Andaikata tidak dapat dihindarkan, seseorang telah menjalankan kebiasaan yang lebih menyehatkan dengan ikhlas, entah karena sesuatu hal menghadapi kondisi sakit, tetap membutuhkan keikhlasan. Ikhlas menerima kondisi sakit sehingga tidak mengeluarkan energi lebih karena kecewa, mengeluh, marah dan lain-lain. Ikhlas untuk menjalani proses pengobatan sehingga melancarkan proses untuk segera sembuh kembali.

Kemampuan ikhlas menimbulkan kekuatan untuk meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyembuhkan diri sendiri. Hal ini dimungkinkan karena dengan ikhlas membuat tubuh dan pikiran menjadi relaks. Anda sudah tahu bahwa kondisi tubuh dan pikiran yang relaks akan membuat produksi endorfin meningkat dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit. Kemampuan ikhlas sendiri juga menghindarkan seseorang dari stres dan depresi yang dapat menurunkan sistekm kekebalan tubuh.

Kemampuan ikhlas adalah perasaan yang dimiliki oleh jantung, bukan kemampuan yang dihasilkan oleh pikiran. Bukan juga perasaan yang dimiliki oleh hati, bila merujuk pada organ hati (liver) pada tubuh kita. Mengapa jantung dan bukan hati ? Bukankah kita merasakan dengan hati kita ?

Menurut Erbe Sentanu dalam bukunya yang berjudul Quantum Ikhlas, pada jaman dahulu para pakar Sumerian Assyrian menganggap manusia berpikir dan berperasaan dengan menggunakan organ hati (liver). Namun hal ini dibantah oleh Aristoteles yang beranggapan bahwa untuk berpikir dan berperasaan, manusia menggunakan jantung (heart). Kedua pendapat ini membawa pengikut masing-masing sehingga penggunaan istilah liver berkembang ke daerah Selatan, terutama Asia, dan heart berkembang ke Utara, khususnya di Eropa.

Kekeliruan inilah untuk kita yang bertempat di Asia mengatakan hati sebagai sumber perasaan, dan bukannya jantung.  Pertanyaannya, betulkah (organ) hati yang merasakan ini? Betulkah (organ) hati yang berhubungan dengan otak ? Jawabnya: tidak. Jantunglah yang merasakan apa yang otak pikirkan. Ketika kita berpikir takut, jantunglah yang berdebar, bukan hati. Ketika pikiran Anda kacau atau stress (marah, cemas, dan sebagainya), maka pola irama jantung Anda menjadi tidak normal, dan bahkan bisa berakibat negatif pada kesehatan fisik Anda.

Meski sebelumnya tak diketahui, para ahli ilmu saraf sudah menemukan bahwa ada lebih dari 40 ribu sel (neuron) di jantung. Ini menandakan bahwa jantung memiliki sistem saraf sendiri yang sering disebut “otak di dalam jantung”. Ilmu pengetahuan berhasil membuktikan bahwa kualitas elektromagnetik jantung 5.000 kali lebih kuat daripada otak. Medan ini dapat diukur dengan magnetometer dengan jarak lebih dari 3 meter di luar badan fisik.

This entry was posted in General Article. Bookmark the permalink.

2 Responses to Ikhlas

  1. the point is ILMU IKHLAS memang sulit tuk dijalani..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s