Cerita Kehidupan tentang wortel, telur dan KOPI !

Selama melangkahkan kaki dari perusahaan yang satu ke perusahaan yang lain, saya memang menemukan banyak hal. Salah satunya adalah respon karyawan menghadapi kondisi hidupnya entah itu di keluarga, lingkungan masyarakat dan pekerjaannya sendiri. Kadang mereka menamakan kondisi yang mereka hadapi sebagai kesulitan dan penderitaan.

Respon karyawan tersebut dapat ditemui tidak peduli skala perusahaannya. Entah itu perusahaan kecil, perusahaan menengah, perusahaan besar dan perusahaan multinasional sekalipun.

Respon tersebut tidak bergantung pada pendidikan dan pengalaman mereka. Pun tidak mengenal jabatan dan strata sosial kehidupan mereka. Mereka memilih caranya masing-masing dalam merespon kondisi yang mereka hadapi.

Ada yang menghadapinya dengan kekakuan dan kekerasan. Ada yang menghadapinya dengan kelemahan dan kelembutan. Ada juga dengan apa adanya.

Respon tersebut mengingatkan saya cerita tentang wortel, telur dan kopi. Para pembaca tentu pernah membaca dan masih ingat ceritanya.

Wortel, telur dan kopi sama-sama dimasak dalam kesulitan dan penderitaan hidup.

Wortel mewakili mereka yang kuat, kaku atau keras.

Telur mewakili mereka yang lemah atau lemah lembut.

Kopi mewakili mereka yang apa adanya.

Setelah melalui dimasak dalam proses kehidupan :

Wortel justru menjadi lunak, lemah dan kehilangan kekuatannya.

Telur berubah menjadi hatinya mengeras, kaku dan tertutup.

Sedangkan KOPI justru memberi warna, rasa dan aroma wangi serta kenikmatan bagi lingkungannya.

This entry was posted in Metaphors. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s