Cangkir Teh Dalam “Forbidden Kingdom”

Sebenarnya ide untuk menuliskan artikel mengenai cerita cangkir teh ini muncul hari Minggu lalu ( 11 Mei 2008 ). Begitu bangun pagi ide itu muncul dan saya langsung mencari referensi ceritanya.

Di kepala saya ingatnya cerita itu ada di buku karangan Indra Gunawan yang berjudul Kisah-Kisah Kebijaksanaan Zen Melalui Cerita Mencapai Pencerahan. Ternyata saya tidak menemukan cerita tersebut di buku tersebut. Saya berusaha mengingat-ingat di buku mana saya membacanya.
Akhirnya saya baru menemukannya sewaktu goggling di http://portalnlp.com/ tulisan Asep Haerul Gani. Demikian ceritanya :

Nan-In , Guru Zen pada era Meiji (1868-1912) menerima kunjungan seorang Professor yang ingin memahami mengenai Zen. Nan-In menyuguhkan teh. Ia menuangkan air teh ke cangkir sang tamu hingga penuh, lalu tetap menuangkan air ke dalamnya. Sang Professor yang mengamati air meluber dari cangkir, kaget dan berkata ” Ini sudah penuh. Tak akan dapat masuk lagi !”. “Seperti cangkir ini,” kata Nan-In, “Anda penuh oleh pendapat dan perkiraan. Bagaimana saya dapat menunjukkan kepada Anda mengenai Zen sebelum Anda terlebih dahulu mengosongkan cangkir Anda”

Mengapa saya ingin menyampaikan cerita tersebut untuk Anda ? Cerita tersebut adalah salah satu cerita inspirasi yang mengubah hidup saya.

Belajar adalah salah satu tujuan hidup saya. Cerita tersebut membangkitkan kesadaran saya bahwa untuk terus belajar dalam kehidupan ini saya harus “mengosongkan cangkir” dalam diri saya.

Saya mengartikan “mengosongkan cangkir” sebagai “membuka diri”.

Anda bebas men-terjemahkan artinya sesuai keinginan Anda sendiri.

Pada film “Forbidden Kingdom” yang dimainkan actor Jet Lee – Jackie Chan – Michael Angarano, saya menemukan cerita itu juga. Pada adegan Jason Williams ( diperankan oleh Michael Angarano ) belajar kung fu pada pendekar mabuk Lu Yan ( Jackie Chan ).

Jason Williams sangat tergila-gila dengan ilmu bela diri China tersebut dan sering keluyuran di pecinan untuk berburu film-film kung fu. Alhasil di dalam dirinya tertanam konsep-konsep kung fu ala dirinya.

Sewaktu Lu Yan mengajarkan ilmunya yang terjadi timbul bantahan dari Jason. Bantahan itu timbul karena Jason merasa pelajaran yang diberikan Lu Yan berbeda dengan konsep kung fu ala Jason. Lu Yan akhirnya menuangkan teh ke dalam cangkir terus menerus sampai tumpah. Karena Lu Yan masih terus menuangkan teh ke dalam cangkir yang sudah tumpah tersebut, Jason mepertanyakan sikap gurunya.

Lu Yan, sang guru menjelaskan bahwa Jason seperti cangkir teh yang sudah penuh sehingga akan tumpah kalau diisi. Lu Yan menyadarkan Jason harus mengosongkan dirinya apabila ingin berhasil mempelajari ilmunya.

Terlepas saya menyukai film tersebut dan memang selalu menunggu film-film action Jet Lee. Cerita cangkir kosong itu mengingatkan saya kembali dan menanamkan lebih kuat kesadaran bahwa saya harus selalu membuka diri atau “mengosongkan cangkir”.

MEMBUKA DIRI dalam proses pembelajaran dan juga membuka diri seluas-luasnya pada semua hal yang membawa manfaat yang baik dan benar bagi diri kita, orang lain serta alam semesta. Membuka diri terhadap semua hal yang meningkatkan kemajuan diri, terhadap semua suka dan duka dengan keikhlasan serta syukur …..

Pada waktunya kita menjalani hidup ini penuh CINTA dan BAHAGIA.

Bagaimana dengan Anda ?

Selamat membuka diri,

This entry was posted in Metaphors. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s